Landasan Teori
2.1 Loyalitas Konsumen
Loyalitas konsumen secara umum dapat diartikan kesetiaan seseorang atas suatu prodek, baik barang maupun jasa tertentu. Loyalitas konsumen merupakan m anifestasi dan kelanjutann dari kepuasan konsumen dalam menggunakan fasilitas maupun jasa pelayanan yang diberikan oleh pihak perusahaan, serta untuk tetap menjadi konsumen dari perusahaan tersebut. Loyalitas adalah bukti konsumen yang selalu menjadi pelanggan yang memiliki kekuatan dan sifat positif atas perusahaan itu.
Lovelock (1991:44) menjelaskan bahwa tigkat kesetiaan dari para konsumen terhadap suatu barang atau jasa merek tertentu tergantung pada beberapa faktor : besarnya biaya untuk berpindah ke merek barang atau jasa yang lain, adanya kesamaan mutu, kuantitas atau pelayanan dari jenis barang atau jasa pengganti, adanya resiko perubahan biaya akibat barang atau jasa pengganti dan berubahnya tingkat kepuasan yang didapat dari merek baru dibanding dengan merek sebelumnya yang pernah dipakai.
2.2 Golongan Loyalitas Konsumen
Menurut Philip Kotler (1997:262), loyalitas konsumen berdasarkan pola pembelinya dapat dibagi menjadi empat golongan :
1. Golongan Fanatik
Adalah konsumen yang selalu membeli satu merek sepanjang waktu, sehingga pola membelinya adalah X,X,X,X, yaitu setia pada merek X tanpa syarat.
2. Golongan Agak Setia
Adalah konsumen yang setia pada dua atau tiga merek. Dimana kesetiaan yang terpecah antara dua pola (X dan Y) dapat dituliskan dengan pola membeli X, X, Y,Y, X, Y
3. Golongan Berpindah Kesetiaan
Adalah golongan konsumen yang bergeser dari satu merek ke merek lain, maka jika awalnyha setia pada meerek X tetapi kemudian pada saat berikutnya berpindah ke merek Y. Pola membelinya dapat dituliskan X, X, X, Y, Y
4. Golongan Selalu Berpindah-pindah
Adalah kelompok konsumen yang sama sekali tidak setia pada merek apapun, maka pola membelinya dapat dituliskan X, Y, Z, S, Z
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen
Dalam penelitian ini Dalam penelitian ini konsep-konsep dasar yang dipaparkan merupakan penggabungan konsep-konsep dari berbagai penelitian yang telah dilakukan.
Adapun uraian mengenai variabel-variabel yang mempengaruhi loyalitas pelanggan dan hubungannya dengan kemungkinan pelanggan memutuskan hubungan adalah customer value, switching barriers, dan variety-seeking behavior. Variabel-variabel tersebut akan dijelaskan dalam sub-sub bab berikutnya.
2.3.1 Konsep Nilai Pelanggan dan Hubungannya dengan Loyalitas Pelanggan
Nilai pelanggan (customer value) adalah rasio antara perceived benefit dibandingkan dengan perceived sacrifice (Naumann, 1995). Maksudnya adalah nilai pelanggan merupakan selisih antara manfaat yang dirasakan oleh konsumen (perceived benefit) dibandingkan dengan pengorbanan yang telah diberikan oleh konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut (perceived sacrifice) (Naumann, 1995).
Manfaat yang dirasakan oleh konsumen (perceived benefit) meliputi dua hal yaitu atribut produk (jasa) dan atribut pelayanan. Sedangkan pengorbanan yang dilakukan oleh konsumen (perceived benefit) adalah biaya (perceived reasonable price) yang meliputi biaya transaksi (transaction cost), biaya siklus produk (life cycle cost) dan resiko yang dimiliki produk (risk).
Pemahaman tentang nilai total dari suatu produk/ jasa adalah sangat penting dalam kerangka membuat keputusan penetapan harga serta memahami komponenkomponen produk yang menyusun value produk/ jasa tersebut. Sehingga Naumann (1995) mengungkapkan bahwa beberapa karakteristik suatu value adalah produk, pelayanan dan biaya/ harga.
Menurut Griffin (1995) loyalitas pelanggan adalah mesin penggerak kesuksesan suatu bisnis. Namun usaha mempertahankan konsumen yang merupakan bagian penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan bukanlah merupakan hal yang sederhana, karena perusahaan harus mengintegrasikan semua dimensi bisnis dan menentukan bagaimana sebaiknya menciptakan nilai (creating value) bagi konsumennya. Dengan menciptakan nilai bagi konsumennya akan membangun loyalitas konsumen dan mempertahankannya.
Kotler (1997) menyatakan bahwa loyalitas pelanggan dibentuk dari nilai pelanggan tertinggi. Begitupun Neal (1998) menyatakan faktor-faktor yang dapat membentuk pilihan dan loyalitas pelanggan adalah value (nilai). Sehingga dari dua pernyataan para peneliti diatas, perusahaan yang sangat memperhatikan nilai yang diinginkan pelanggannya maka akan berbuah kesetiaan bagi pelanggannya.
Bahkan Reichheld (1997) dalam Harvard Business Review mengungkapkan pentingnya mengetahui nilai yang diinginkan pelanggan.
2.3.2 Konsep Hambatan Pindah dan Hubungannya dengan Loyalitas Pelanggan
Menurut Bansal dan Taylor (Ranaweera dan Prabhu, 2003), definisi hambatan pindah (switching barriers) adalah pembebanan konsumen terhadap sumberdaya dan kesempatan yang diperlukan bila ia pindah atau pembatas terhadap tindakan untuk pindah.
Studi yang dilakukan Keaveney (1995) merupakan salah satu yang pertama meneliti bahwa hambatan pindah sebagai faktor yang menentukan ada dan tidaknya perilaku pindah dari pelanggan.
Gremler dan Brown (Ranaweera dan Prabhu, 2003), melakukan interview mendalam untuk mengembangkan sebuah model yang menyertakan biaya pindah sebagai faktor yang mempengaruhi kesetiaan pelanggan. Mereka mendefinisikan biaya pindah sebagai hambatan pada waktu, uang dan usaha dalam persepsi pelanggan, yang membuat mereka tidak mudah untuk pindah.
Sehingga menurut para peneliti diatas, apabila hambatan pindah pada perusahaan jasa tinggi, mereka dapat terus mempertahankan pelanggan meski tingkat kepuasan pelanggan rendah.
2.4 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara yang gendak diuji kebenaran jenis hipotesis yang akan dipergunakan adalah hipotesis nol.
H1 : Semakin tinggi nilai pelanggan, semakin tinggi loyalitas pelanggan.
H2 : Semakin tinggi hambatan pindah, semakin tinggi loyalitas pelanggan.
sumber : Http://puslit.petra.ac.id, http://eprints.undip.ac.id
Minggu, 28 Oktober 2012
Minggu, 21 Oktober 2012
BAB I
1.7 Kerangka Pemikiran
Peneliti menganalisis jurnal ini untuk membuktikan tingkat
loyalitas konsumen terhadap pelayanan yang diberikan PT KAI kelas ekonomi. Peneliti
melakukan penelitian ini dengan
melakukan analisis dari beberapa jurnal yang telah didapatkan.
Jurnal 1 : 1. Pendingin Ruangan (AC)
2. Bangku Prioritas
3. Sarana Informasi
4. Pegangan tangan untuk yang berdiri
5. Alat pemadam kebakaran
6. Lampu penerangan
7. Lampu darurat
8. Gorden jendela
9. Rak barang
Jurnal 2 : 1.
Informasi yang cepat dan jelas
2. Ketepatan waktu
3. Fasilitas penunjang (AC, rak barang,
dsb)
4. Temapat duduk nyaman (sofa)
Jurnal 3 : 1. Pendingin
ruangan (AC)
2. Pegangan untuk yang berdiri
Y = a+bX1+...........+bX10+c
1. Pendingin Ruangan (AC) (X1)
2. Bangku Prioritas (X2)
3. Sarana Informasi (X3)
4. Pegangan tangan untuk yang berdiri (X4)
5. Alat pemadam kebakaran (X5)
6. Lampu penerangan (X6)
7. Lampu darurat (X7)
8. Gorden jendela (X8)
9. Ketepatan waktu (X9)
10. Informasi yang cepat dan jelas (X10)
Sabtu, 20 Oktober 2012
BAB I
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, bidang
transportasi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Melihat iklim kebutuhan
masyarakat Indonesia yang begitu pesat pula, efektifitas dan efisensi dalam hal transportasi sangatlah
penting untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari. Kebutuhan akan jasa
transportasi yang mudah, murah dan nyaman serta efisien seperti kereta api
sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat banyak, bahkan sebagian dari masyarakat
merupakan pelanggan setia kereta api.
Dilihat dari sisi ekonomi, kereta api di indonesia khususnya
Jabodetabek mengemban tugas yang sangat mulia sebagai sarana transportasi yang
murah karena tarif untuk beberapa kelas ekonomi besarnya dibawah beban
operasional yang harus dibayar oleh penumpang. Namun pelayanan yang diberikan oleh
PT. KAI atas KRL kelas ekonomi tersebut tidak dapat dinilai baik. Keadaan KRL
ekonomi yang sangat jauh dari kata bersih dan nyaman serta kualitas keamanan
yang sangat minim seakan seimbang dengan harga yang dibayar. Dari segi angkutan jarak
dekat seperti jurusan Jakarta-Bogor dan sebaliknya sebenarnya ada beberapa
alternatif lain yang bisa dipilih seperti KRL commuter line maupun bus.
Menyadari bahwa masyarakat lebih banyak memilih KRL ekonomi
dibanding alat transportasi lainnya, PT. KAI diharapkan dapat memperbaiki kualitas
pelayanannya, baik dari segi sarana dan
prasarana serta ketepatan jadwal kereta. Berbicara mengenai
sarana, PT. KAI diharapkan mampu menambah kualitas keamanan, kenyamanan dan
kebersihan serta gerbong kereta untuk memenuhi lonjakan penumpang setiap
harinya agar kondisi di gerbong-gerbong tidak terlalu sesak.
Hingga saat ini, permasalahan yang terjadi sehubungan dengan
kepuasan konsumen, terutama para pengguna jasa layanan KRL ekonomi belum ada
yang meneliti. Hal ini penting bagi PT. KAI agar tidak terjadi peralihan
konsumen ke jasa transportasi lainnya, terlebih dengan peningkatan pelayanan
serta sarana diharapkan dapat membuat pelanggan setianya merasa layak
menggunakan KRL ekonomi bahkan dapat menambah jumlah konsumen dan pada akhirnya
dapat memberikan keuntungan bagi pihak perusahaan dan pegawai PT. KAI sendiri. Oleh kerena uraian-uraian tersebut saya
mengangkat tema “ANALISIS TINGKAT LOYALITAS
KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN TRANSPORTASI PT. KERETA API INDONESIA.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah pada penulisan ini adalah bagaimana pengaruh kualitas layanan
terhadap loyalitas konsumen pada PT KAI kelas ekonomi.
1.3 Batasan
Masalah
Penulis membatasi
masalah pada cakupan wilayah penelitian dimana objek yang diteliti disini
adalah pengguna KRL ekonomi jurusan Jakarta-Bogor.
1.4 Tujuan
Penulisan
Tujuan dari
penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas layanan
terhadap loyalitas konsumen PT KAI kelas ekonomi.
1.5 Metode
Penelitian
Dalam penyusunan
penulisan ini penulis menggunakan beberapa tahap :
Tahap 1,
mencari beberapa jurnal yang seduai dengan tema yang diangkat
Tahap 2,
Menganalisis jurnal-jurnal yang ada
Tahap 3,
Menulis hal yang telah dianalisis dalam jurnal-jurnal tersebut
1.6 Sistematika
Penulisan
Untuk
memudahkan pemahaman terhadap masalah yang akan dibahas, berikut saya paparkan
sistematika penulisannya :
BAB 1 PENDAHULUAN, Bab ini menjelaskan secara singkat
mengenai Latar belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penulisan,
Metode Penelitian, Sistematika Penulisan.
BAB 2, LANDASAN TEORI, Bab ini menjelaskan secara singkat
mengenai landasan-landasan teori tingkat loyalitas konsumen dan tinjauan
berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.
BAB 3, ANALISA PEMBAHASAN, Bab ini menjelaskan tentang
implementasi metode yang tepat setelah mempelajari landasan teori.
BAB 4, Penutup, Bab ini berisi kesimpulan dari hal
yang dibahas pada teori diatas
Analisis Jurnal
Tema : Kepuasan Konsumen
Judul : Analisis Tingkat Loyalitas Konsumen Terhadap
Kualitas Pelayanan Transportasi Kereta Api Kelas Ekonomi
Jurnal 1
Judul : Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Kereta APi
(Pakuan Express)
Pengarang
: MB Institut Pertanian Bogor
Tahun
: 2010
Kebutuhan masyarakat akan transportasi
darat yang murah dan nyaman seperti kereta api menumbuhkan kepedulian terhadap
perkereta-apian di Indonesia, sehingga tak jarang kita dengar keluhan-keluhan
yang timbul dari dalam dikarenakan kejahatan ataupun tulisan-tulisan konsumen
yang kurang puas akan pelayanan kereta api yang mereka gunakan diberbagai media.
Perkembangan kereta api dari waktu ke
waktu menunjukan adanya kenaikan, baik dari segi jumlah pengguna maupun
penambahan jenis rangkaian kereta. Data dari BPS didapatkan bahwa kenaikan
rata-rata dari seluruh jurusan selama tahun 1995-2000 adalah sekitar 7,8 juta
penumpang atau mengalami pertumbuhan rata-rata 6,93% setiap tahun. Sedangkan
khusus untuk kereta jabotabek, peningkatan rata-rata jumlah penumpang sekitar
6,1 juta orang atau mengalami pertumbuhan rata-rata 7,37% tiap tahun.
Peningkatan jumlah penumpang diikuti oleh
peningkatan penjualan tiket kereta api. Peningkatan pendapatan dari penjualan
tiket secara keseluruhan kereta api mencapai rata-rata 61,8 milyar per tahun
atau mengalami pertumbuhan rata-rata 28,38% per tahun, sedangkan khusus untuk
kereta api jabotabek pada tahun 1995-2000 terjadi kenaikan pendapatan rata-rata
30,77% per tahun.
Kereta Listrik (KRL) Pakuan Express
terbaru menjadi lokasi penelitian merupakan kereta listrik yang diberikan
secara hibah oleh Pemerintah Jepang, khususnya Pemerintahan Kota Metropolitan
Tokyo. Kereta ini merupakan kereta bekas pakai yang sebelumnya digunakan
sebagai kereta bawah tanah di Kota Tokyo, Jepang.
Fasilitas yang terdapat pada kereta
listrik ini diantaranya adalah pendingin (AC), pintu otomatis, bangku busa
sejajar, bangku khusus manula/wanita hamil/orang cacat, sarana informasi,
pegangan tangan untuk yang berdiri, alat pemadam kebakaran, lampu penerangan,
lampu darurat, gorden jendela, rak barang dan beberapa fasilitas fisik lainnya.
Jenis pelayanan yang diberikan oleh PT.
KAI sehubungan dengan jasa KRL pakuan Express disamping berupa fasilitas fisik
yang merupakan fasilitas asli dari kereta dari Jepang juga terdapat pelayanan
yang dijanjikan kepada pengguna jasa kereta listrik ini diantaranya : tepat
waktu, bersih, aman, nyaman tertib dan dapat berlangganan (abonemen).
Judul
: Tingkat
kepuasan konsumen terhadap pelayanan kereta api
Pengarang : Mohamad Ilham
Tahun
: 2011
Analisis jurnal
Dalam menanggapi
kebutuhan transportasi Kualitas pelayanan menjadi dasar yang dapat mempengarui
pilihan konsumen untuk memilih berbagai jenis jasa yang berkembang saat
ini. Masyarakat akan lebih menuntut pelayanan yang lebih baik dan sesuai
dengan kebutuhannya, sehingga mereka lebih teliti dan kritis dalam memilih segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Terutama
masalah transportasi
, berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah
yang berpotensi namun belum berkembang, dalam upaya peningkatan dan pemerataan
pembangunan dan hasil-hasilnya.
Menyadari
peranan transportasi darat khususnya pelayanan di dalam kereta api harus
seimbang dengan tingkat kebutuhan dan tersedianya pelayanan angkutan yang
ramah, aman, cepat, lancar, tertib, teratur, nyaman, selamat dan efisien.
Sebagian besar sektor publik menyadari pentingnya kepuasan konsumen dan
mempunyai batasan budget untuk pelayanan konsumen. Hal ini juga dilakukan oleh
PT Kereta Api sebagai salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam
bisnis jasa angkutan darat. Kereta Api merupakan alternatif bagi masalah
angkutan jalan raya. Dalam perkembangannya PT Kereta Api telah menunjukkan
kinerja yang semakin membaik, peningkatan jasa yang meningkat dengan
memperhatikan kenyamanan, ketepatan dengan resiko kemacetan yang relatif kecil.
Di lihat dari pemisahan gerbong kereta api khusus wanita . Kecenderungan
permintaan pasar terhadap kereta api penumpang kelas ekonomi terus meningkat,
terbukti banyaknya mahasiswa dan pekerja yang menggunakan jasa fasilitas kereta
api ekonomi.
Hal ini merupakan
peluang untuk meningkatkan volume pendapatan dengan meningkatkan pengoperasian
kereta api khususnya kereta api ekonomi jurusan jakarta-bogor. Jika para
konsumen / pengguna jasa kereta api puas dengan pelayanan PT Kereta Api maka
akan meningkat pula profit bagi perusahaan dan akan meningkatnya kesetiaan
konsumen / pengguna layanan jasa tranportasi kereta api. Dengan menetapkan
jadwal yang disiplin agar kereta tidak terlambat lagi.
Jurnal 3
Judul : HUBUNGAN KINERJA ORGANISASI
DAN KUALITAS PELAYANAN
TRANSJAKARTA-BUSWAY DENGAN TINGKAT KEPUASAN
PELANGGAN PENGGUNA JASA
TRANSJAKARTA-BUSWAY, (STUDI
KASUS PADA TRANSJAKARTA-BUSWAY KORIDOR IV
PULO GADUNG
– DUKUH ATAS DKI JAKARTA)
Pengarang
: Chairunnisa
Tahun
: 2008
Jasa transportasi merupakan salah satu
dari kebutuhan manusia. Mobilitas
yang
sangat cepat dari masyarakat baik yang tinggal di desa maupun di kota
membutuhkan
alat-alat transportasi untuk membantu dalam kelangsungan hidup
mereka.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan adanya jasa transportasi,
dinas
perhubungan menyediakan berbagai macam fasilitas transportasi baik jalur
darat,
jalur laut, maupun jalur udara.
Namun, seiring berjalannya waktu dan
semakin kompleksnya kebutuhan
masyarakat,
alat transportasi publik ini mulai banyak menimbulkan permasalahan
baik
bagi masyarakat sendiri maupun bagi pemerintah. Kondisi angkutan umum
sudah
banyak yang tidak layak lagi untuk beroprasi dan juga kenyamanan dan
keamanan
masyarakat sebagai pengguna angkutan umum sudah mulai diragukan
dan
dipertanyakan. Banyaknya armada angkutan umum dan kendaraan pribadi
yang
beroprasi di jalan-jalan di DKI Jakarta, membuat tingkat kemacetan di DKI
Jakarta
semakin tinggi sedangkan infrastrukuturnya tidak memadai.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh
pemerintah daerah DKI Jakarta
untuk
mengatasi semakin tingginya tingkat kemacetan dan semakin buruknya
kondisi
alat transportasi publik yang beroperasi di DKI Jakarta maka Pemerintah
provinsi
DKI Jakarta menggagas untuk membuat sarana transportasi makro bagi penduduk
Jakarta guna mengurangi kemacetan yang ada. Busway atau Trans
Jakarta
dengan dikeluarkannya SK GUB DKI No.110 Tahun 2003 tentang
Pembentukan,
Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Transjakarta-Busway.
Transjakarta
atau umum disebut Busway ini merupakan sebuah sistem
transportasi
bus cepat di DKI Jakarta, Indonesia yang sistem ini dimodelkan
berdasarkan
sistem Transmilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Agar
terjangkau oleh masyarakat harga tiket busway ini disubsidi oleh
pemerintah.
http://elibrary.mb.ipb.ac.id/files/disk1/11/mbipb-12312421421421412-bambanghen-542-10-e15-05-b-n.pdf
Minggu, 14 Oktober 2012
Tingkat Loyalitas Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan PT. Kereta Api Indonesia
Tema : Kepuasan Konsumen
Judul : Tingkat Loyalitas
Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan PT. Kereta Api Indonesia
Jurnal 1
Judul : ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN
TERHADAP PELAYANAN
KERETA API
Pengarang : Institut Pertanian Bogor
Tahun : 2010
Analisis jurnal :
Kebutuhan masyarakat akan transportasi darat yang murah dan nyaman seperti
kereta api menumbuhkan kepedulian terhadap perkereta-apian di Indonesia,
sehingga tak jarang kita dengar keluhan-keluhan yang timbul dari dalam
dikarenakan kejahatan ataupun tulisan-tulisan konsumen yang kurang puas akan
pelayanan kereta api yang mereka gunakan diberbagai media.
Perkembangan kereta api dari waktu ke waktu menunjjukan adanya kenaikan,
baik dari segi jumlah pengguna maupun penambahan jenis rangkaian kereta. Data dari
BPS didapatkan bahwa kenaikan rata-rata dari seluruh jurusan selama tahun
1995-2000 adalah sekitar 7,8 juta penumpang atau mengalami pertumbuhan
rata-rata 6,93% setiap tahun. Sedangkan khusus untuk kereta jabotabek,
peningkatan rata-rata jumlah penumpang sekitar 6,1 juta orang atau mengalami
pertumbuhan rata-rata 7,37% tiap tahun.
Peningkatan jumlah penumpang diikuti oleh peningkatan penjualan tiket
kereta api. Peningkatan pendapatan dari penjualan tiket secara keseluruhan
kereta api mencapai rata-rata 61,8 milyar per tahun atau mengalami pertumbuhan
rata-rata 28,38% per tahun, sedangkan khusus untuk kereta api jabotabek pada
tahun 1995-2000 terjadi kenaikan pendapatan rata-rata 30,77% per tahun.
Hingga saat ini permasalahan yang terjadi sehubungan dengan kepuasan
konsumen, terutama para prngguna jsa layanan KRL belum ada yang meneliti. Hal ini
penting bagi pihak PT. KAI agar tidak terjadi semacam perpindahan konsumennya
ke alat transportasi lain, lebih-lebih dengan pelayanan yang baik diharapkan
menambah jumlah konsumen pengguna dan akhirnya dapat memberikan nilai tambah
bagi pihak perusahaan dan para pegawainya.
Jurnal 2
Judul :
Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kereta api
Pengarang : Mohamad Ilham
Tahun : 2011
Analisis jurnal
Dalam menanggapi kebutuhan
transportasi Kualitas pelayanan menjadi dasar yang dapat mempengarui pilihan
konsumen untuk memilih berbagai jenis jasa yang berkembang saat ini. Masyarakat akan lebih menuntut pelayanan yang lebih baik dan sesuai
dengan kebutuhannya, sehingga mereka lebih teliti dan kritis dalam memilih
segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Terutama masalah
transportasi
, berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah
yang berpotensi namun belum berkembang, dalam upaya peningkatan dan pemerataan
pembangunan dan hasil-hasilnya.
Menyadari
peranan transportasi darat khususnya pelayanan di dalam kereta api harus
seimbang dengan tingkat kebutuhan dan tersedianya pelayanan angkutan yang
ramah, aman, cepat, lancar, tertib, teratur, nyaman, selamat dan efisien.
Sebagian besar sektor publik menyadari pentingnya kepuasan konsumen dan
mempunyai batasan budget untuk pelayanan konsumen. Hal ini juga dilakukan oleh
PT. Kereta Api (Persero) sebagai salah satu perusahaan milik negara yang
bergerak dalam bisnis jasa angkutan darat. Kereta Api merupakan alternatif bagi
masalah angkutan jalan raya.
Jurnal 3
Judul : Analisis kepuasan konsumen
terhadap pelayanan jasa kereta api
Listrik
pakuan express
Pengarang : Bambang Hengky Rainanto, MB-IPB
Tahun :
2008
Analisis jurnal :
Pelayanan
jasa transportasi, terutama kereta memiliki karakteristik tersendiri
dibandingkan dengan pelayanan jasa untuk produk yang lain. Hal ini yang
mendorong perlunya mengangkat permasalahan yang terjadi di seputar kepuasan
konsumen untuk pelayanan jasa transportasi terutama pada Kereta Listrik (KRL)
Pakuan Ekspres khusus jurusan Bogor - Jakarta (Pulang - Pergi).
Sarana transportasi yang menghubungkan antara kota metropolitan Jakarta dengan kota-kota disekitarnya (Jabotabek) memiliki suatu keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan sarana transportasi lain antar kota antar propinsi. Keunikan tersebut adalah bahwa transportasi Jabotabek sebagian besar bermanfaat untuk membawa para commuter yang bekerja di Jakarta namun bertempat tinggal di kota-kota seputar Jakarta.
Faktor-faktor serta strategi-strategi yang menjadi pertimbangan dalam upaya memberikan kepuasan pelayanan kepada pelanggan KRL Pakuan Ekspres perlu diteliti guna dapat dilakukan perbaikan oleh pihak manajemen PT. KAI.
Ruang lingkup penelitian yang mengukur kepuasan konsumen ada lima dimensi atau parameter utama sebagai penentu bagi kualitas jasa pelayanan, yaitu Tangible (Berwujud), Reliability (Keandalan), Responsiveness (Keresponsifan), Assurance (Keyakinan) dan Empathy (Perhatian).
Sarana transportasi yang menghubungkan antara kota metropolitan Jakarta dengan kota-kota disekitarnya (Jabotabek) memiliki suatu keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan sarana transportasi lain antar kota antar propinsi. Keunikan tersebut adalah bahwa transportasi Jabotabek sebagian besar bermanfaat untuk membawa para commuter yang bekerja di Jakarta namun bertempat tinggal di kota-kota seputar Jakarta.
Faktor-faktor serta strategi-strategi yang menjadi pertimbangan dalam upaya memberikan kepuasan pelayanan kepada pelanggan KRL Pakuan Ekspres perlu diteliti guna dapat dilakukan perbaikan oleh pihak manajemen PT. KAI.
Ruang lingkup penelitian yang mengukur kepuasan konsumen ada lima dimensi atau parameter utama sebagai penentu bagi kualitas jasa pelayanan, yaitu Tangible (Berwujud), Reliability (Keandalan), Responsiveness (Keresponsifan), Assurance (Keyakinan) dan Empathy (Perhatian).
Latar Belakang
Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, bidang transportasi juga
mengalami kemajuan yang cukup pesat. Melihat iklim kebutuhan masyarakat
Indonesia yang begitu pesat pula, efektifitas dan efisensi sangatlah penting
untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari. Kebutuhan akan jasa transportasi yang
mudah, murah dan nyaman serta efisien seperti kereta api sangatlah dibutuhkan
oleh masyarakat banyak, bahkan sebagian dari masyarakat merupakan pelanggan
setia kereta api.
Dilihat dari sisi ekonomi, kereta api di indonesia khususnya Jabodetabek
mengemban tugas yang sangat mulia sebagai sarana transportasi yang murah karena
tarif untuk beberapa kelas ekonomi besarnya dibawah beban operasional yang
harus dibayar oleh penumpang. Namun pelayanan yang diberikan oleh PT. KAI atas
KRL kelas ekonomi tersebut tidak dapat dinilai baik. Keadaan KRL ekonomi yang
sangat jauh dari kata bersih dan nyaman serta kualitas keamanan yang sangat
minim seakan seimbang dengan harga yang dibayar.
Dari segi angkutan jarak
dekat seperti jurusan Jakarta-Bogor dan sebaliknya sebenarnya ada beberapa
alternatif lain yang bisa dipilih seperti KRL commuter line maupun bus.
Menyadari bahwa masyarakat lebih banyak memilih KRL ekonomi dibanding alat
transportasi lainnya, PT. KAI diharapkan dapat memperbaiki kualitas
pelayanannya, baik daro segi sarana dan prasarana serta ketepatan jadwal
kereta.
Berbicara mengenai
sarana, PT. KAI diharapkan mampu menambah kualitas keamanan, kenyamanan dan
kebersihan serta gerbong kereta untuk memenuhi lonjakan penumpang setiap
harinya agar kondisi di gerbong-gerbong tidak terlalu sesak.
Hingga saat ini, permasalahan yang terjadi sehubungan dengan kepuasan konsumen,
terutama para pengguna jasa layanan KRL ekonomi belum ada yang meneliti. Hal ini
penting bagi PT. KAI agar tidak terjadi peralihan konsumen ke jasa transportasi
lainnya, terlebih dengan peningkatan pelayanan serta sarana diharapkan dapat
membuat pelanggan setianya merasa layak
menggunakan KRL ekonomi bahkan dapat menambah jumlah konsumen dan pada akhirnya
dapat memberikan keuntungan bagi pihak perusahaan dan pegawai PT. KAI sendiri.
sumber : http://elibrary.mb.ipb.ac.id/files/disk1/11/mbipb-12312421421421412-bambanghen-542-10-e15-05-b-n.pdf
Irma Nurrahma 13210619 3EA10
Kamis, 11 Oktober 2012
MARKETING (PEMASARAN)
Definisi Pemasaran
Pemasaran menurut Philip Kotler Pemasaran (Marketing)
merupakan kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan melalui proses pertukaran.
Pemasaran menurut W Stanton merupakam system keseluruhan
dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan and mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan
kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
Pemasaran dimulai dari timbulnya sebuah keinginan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Maka munculah konsep-konsep pemasaran. Ada beberapa
konsep yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran meliputi kebutuhan,
keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan.
Strategi Pemasaran
Karena pemasaran merupakan salah satu factor yang sangat
penting bagi perusahaan karena strategi pemasaran sangat diperlukan untuk dapat mencapai
tujuan dari sebuah perusahaan. Maka proses pemasaran dimulai dari apa yang
konsumen inginkan dan butuhkan. Maka akhirnya pemasaran memiliki beberapa
tujuan, diantaranya ;
- Konsumen
potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan
perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang
dihasilkan.
- Perusahaan
dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan
pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari
penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan
produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai
ke tangan konsumen secara cepat.
- Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga
produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa
kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai
berikut :
1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran.
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran.
- Dari sudut
pandang penjual :
1. Tempat yang strategis (place)
2. Produk yang bermutu (product)
3. Harga yang kompetitif (price)
4. Promosi yang gencar (promotion)
1. Tempat yang strategis (place)
2. Produk yang bermutu (product)
3. Harga yang kompetitif (price)
4. Promosi yang gencar (promotion)
- Dari sudut pandang konsumen :
1.
Kebutuhan
dan keinginan konsumen (customer needs and wants)
2.
Biaya
konsumen (cost to the customer)
3.
Kenyamanan
( convenience)
4.
Komunikasi
(communication)
sumber : http://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/ , http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran
Langganan:
Postingan (Atom)