Rabu, 02 Juli 2014

tulisan ke 3 (bahasa inggris bisnis 2)

Inflasi Juni Terkendali, BI Cermati El Nino


JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Juni 2014 mengalami peningkatan sesuai dengan pola historisnya, namun tetap terkendali. Inflasi Juni sebesar 0,43 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sesuai dengan pola inflasi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Namun demikian, inflasi Juni tersebut masih terkendali dan bahkan lebih rendah dibandingkan angka historis dalam beberapa tahun terakhir yang rata-rata mencapai 0,56 persen month to month," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam pernyataan resmi, Rabu (2/7/2014).

Sebagaimana biasanya, inflasi menjelang Ramadhan masih didorong inflasi volatile food yang mencapai 1,06 persen (mtm) atau 6,74 persen (yoy). Komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi adalah bawang merah dan bawang putih serta daging ayam dan telur ayam.

Adapun inflasi administered prices sedikit meningkat menjadi 0,45 persen (mtm) atau 13,47 persen (yoy) disebabkan penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan Rumah Tangga dengan daya listrik lebih dari 6600 VA.

"Bank Indonesia menilai inflasi hingga Juni 2014 ini masih positif bagi pencapaian sasaran inflasi 4,5 plus minus 1 persem pada 2014 dan 4 plus minus 1 persem pada 2015. Bank Indonesia tetap mencermati berbagai risiko inflasi di semester II 2014 seperti potensi meningkatnya harga pangan akibat El Nino," sebut Peter.

Selasa, 01 Juli 2014

Golput Buka Ruang Munculkan Kecurangan dalam Pemilu


Golput Buka Ruang Munculkan Kecurangan dalam Pemilu

ilustrasi (Okezone) JAKARTA - Berbagai kegiatan untuk mengkampanyekan gerakan antigolput terus dilakukan. Kali ini Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) bersama Sukarelawan Indonesia untuk Perubahan menggelar Ekspedisi Indonesia Mencoblos.

Selain menyuarakan gerakan mencoblos, ekspedisi ini merupakan kegiatan yang bertujuan mengadvokasi upaya menciptakan Pemilu yang berkualitas.

Direktur Eksekutif ARSC, Dimas Oky Nugroho,  mengatakan, ada dua hal yang menjadi sasaran kegiatan ini yakni pemilu damai dan peningkatan partisipasi pemilih.

"Karena itu gerakan ini mengusung aspirasi pemilu damai, tolak golput," papar Dimas dalam keterangannya, Senin (30/6/2014).

Pada kegiatan Forum Group Discussion di Sekretariat GMKI, Jalan Juanda, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 26 Juni lalu juga dia menekankan Bahwa pilpres yang akan berlangsung pada 9 Juli nanti hanya memunculkan dua pasangan calon.

Realitas tersebut nantinya bakal berpengaruh pada terbentuknya polarisasi dalam masyarakat. Menurutnya, secara langsung maupun tidak langsung, masyarakat terbagi menjadi dua kubu pendukung pasangan capres-cawapres.

"Gesekan biasa hingga keributan antarkubu mudah terjadi, dan faktanya sudah terjadi di beberapa daerah," ungkapnya.

Gesekan dan polarisasi yang terjadi kata Dimas, bisa berlangsung hingga usai pilpres nanti bila perhitungan suara menunjukkan selisih tipis. Situasi ini menurutnya justru berpotensi menciptakan instabilitas pada level kehidupan masyarakat maupun pada level negara.

"Jika gesekan pascapilpres nanti sampai menciptakan instabilitas politik dan ekonomi, kondisi darurat bisa diterapkan. Itu akan menjadi pintu masuk bagi pembatasan hak-hak sipil sebagaimana yang terjadi pada rezim Orba," ulasnya.

Kemudian problem kedua adalah masih tingginya angka golput sebagaimana terlihat dalam Pemilu Legislatif, 9 April lalu. Golput dalam pandangan Dimas, tidak sebatas menunjukkan minimnya kesadaran politik warga untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi.

"Golput juga membuka ruang bagi kecurangan dalam praktik pemilu. Pasalnya, surat suara yang tidak dicoblos bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang berkepentingan bagi pemenangan pasangan calon tertentu," bebernya.

Oleh karenanya lanjut Dimas, ekspedisi yang dilakukan ARSC tidak sekadar melakukan sosialisasi agar pemilu berlangsung aman dan meminimkan angka golput. Namun, juga bertujuan menjaring aspirasi terkait problem seputar keamanan pemilu dan hambatan dalam penyaluran aspirasi.

"Kami ingin bekerja sama dengan komunitas-komunitas lokal untuk mendapatkan informasi yang layak untuk mendapat perhatian lebih luas terkait kemungkinan. Selanjutnya membangun mekanisme atau sistem sederhana agar informasi dan laporan dalam kasus-kasus sederhanan bisa terpantau pihak-pihak yang berkepentingan," tutupnya.

Untuk menjalankan misinya, Ekspedisi Indonesia Mencoblos akan berkeliling ke sejumlah kota besar di Indonesia. Sembilan kota yang yang menjadi target adalah Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Jayapura, Medan, dan berakhir di Jakarta.
(put)

tulisan 2 (bahasa inggris bisnis 2)


Peran Ekonomi Syariah Makin Penting



Melalui Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!), pemerintah berharap cita-cita menjadi pusat ekonomi Islam dunia dapat terealisasi di masa mendatang. Praktik ekonomi syariah dianggap memiliki banyak keuntungan. Melalui sistem keuangan ini manfaat bukan hanya dapat dirasakan langsung bagi nasabah, melainkan juga pemerintah.

Di tengah gejolak krisis global saat ini, sistem perekonomian Islam sukses membuktikan peranannya bertahan di tengah pusaran krisis. Mengingat berbagai kepentingan itu, pemerintah meluncurkan program Gres! belum lama ini. Bersama Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), pembentukan Gres! bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya perekonomian Islam.

Gres! diharapkan mampu meningkatkan akselerasi masyarakat pada ekonomi syariah. Di era globalisasi seperti saat ini, seolah jalan perekonomian semua negara ingin dikendalikan dalam satu sistem secara global. Akibatnya, jika terdapat satu negara mengalami krisis ekonomi dipastikan dampaknya akan merembet ke seluruh negara. Hal itu sudah beberapa kali terjadi, seperti yang baru saja dialami sejumlah negara di Eropa.

Karena itu, perekonomian syariah dinilai tepat untuk mengatasi dampak pengaruh krisis global. Sistem ini tidak berjarak dari sistem riil sehingga terhindar dari aksi spekulan yang acap menimbulkan gejolak pada sistem keuangan dunia.

Kelebihan praktik ekonomi syariah menurut Ketua PKES Halim Alamsyah, sejak pertama kali kemunculan perbankan syariah sistem ini terus mengalami perkembangan hingga kini mulai merambah ke sektor riil. “Gres! digagas tidak lain untuk mendorong kesadaran kolektif para pemangku kepentingan syariah untuk bahu membahu agar ekonomi syariah bisa menjadi gaya hidup masyarakat,” ucap Halim.

Sementara, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo selaku penasihat program Gres! menjelaskan, perekonomian syariah telah menunjukkan kapabilitasnya bertahan dari krisis. Hal ini dikarenakan sistem ini sejak semula telah menghindarkan diri dari bahaya spekulasi. Menurut dia, sub-sektor perbankan syariah di Indonesia menampilkan tingkat pertumbuhan aktiva yang cukup mengesankan yaitu 38 persen per tahun dengan 11,7 juta rekening. “Karena itu, sudah sepatutnya pengembangan ekonomi syariah menjadi prioritas dalam pengembangan ekonomi nasional,” urai Agus.

Menurut hasil penelitian Thomson Reuters bertajuk State of the Global Islamic Economy: 2013 Report, Indonesia masuk sebagai salah satu pasar perekonomian Islam yang potensial. Indonesia menduduki peringkat ke-5 dengan ukuran potensi sebesar USD375 miliar pada 2012, berada di bawah Turki (USD775 miliar), Iran (USD512 miliar), Arab Saudi (USD461 miliar), dan Uni Emirat Arab (USD381 miliar).

Sedangkan, di kategori Top Current Islamic Finance Market , Indonesia berada di peringkat ke-9, dengan USD33 miliar. Posisi ini berada di bawah Turki (USD38 miliar), Bahrain (USD47 miliar), Qatar (USD71 miliar), Kuwait (USD81 miliar), Uni Emirat Arab (USD118 miliar), Iran (USD185 miliar), dan Saudi Arabia (USD270 miliar). Sementara, peringkat pertama diduduki Malaysia, dengan USD412 miliar.

Di dalam negeri, Bank Mandiri dan Bank BRI menjadi pemain kunci perbankan Islam global. Dalam laporan Thomson, Indonesia, Turki, maupun Pakistan memiliki potensi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi Islam. Sayangnya, hingga tahun lalu tingkat penetrasi negara- negara ini hanya tumbuh satu digit.

Thomson memperkirakan, ketiga negara OKI ini akan terus tumbuh hingga mencapai USD4,1 triliun tahun ini. “Hal ini terkait dengan populasi muslim mereka yang berjumlah besar,” tulis laporan tersebut. (Koran SINDO//wdi)

sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/09/316/909308/peran-ekonomi-syariah-makin-penting

tulisan 1 (bahasa inggris bisnis 2)

KAMUS EKONOMI: Apa Itu Nisbah Bagi Hasil?

 

 


Orang sering bertanya, apa yang dimaksud Nisbah Bagi Hasil? Nisbah Bagi Hasil adalah proporsi bagi hasil  antara nasabah dan bank syariah. Misalnya, jika customer service bank syariah menawarkan nisbah bagi hasil  Tabungan iB sebesar 65:35.
Itu artinya (Nisbah Bagi Hasil) nasabah bank syariah akan memperoleh bagi hasil sebesar 65% dari  Return investasi yang dihasilkan oleh bank syariah melalui pengelolaan dana-dana masyarakat di sektor riil.
Sementara itu bank syariah akan mendapatkan porsi bagi hasil sebesar 35%. Bagaimana menghitung nisbah bagi hasil tersebut? Untuk produk pendanaan/simpanan bank syariah, misalnya Tabungan iB dan Deposito iB, penentuan nisbah  bagi hasil dipengaruhi oleh beberapa factor.
Yaitu: jenis produk simpanan, perkiraan pendapatan investasi dan biaya operasional bank . Hanya produk simpanan iB dengan skema investasi (mudharabah) yang mendapatkan return bagi hasil.
Sementara itu untuk produk simpanan iB dengan skema titipan (wadiah), return yang diberikan berupa bonus.

Pertama  dihitung besarnya tingkat pendapatan investasi yang dapat dibagikan kepada nasabah. Ekspektasi pendapatan investasi ini dihitung oleh bank syariah dengan melihat performa kegiatan ekonomi di sektor yang menjadi tujuan investasi, misalnya di sektor properti, perdagangan, pertanian, telekomunikasi atau sektor transportasi.
Setiap sektor ekonomi memiliki karakteristik dan performa yang berbeda-beda, sehingga akan memberikan return investasi yang berbeda-beda juga. Sebagaimana layaknya seorang investment manager, bank syariah akan menggunakan berbagai indikator ekonomi dan keuangan yang dapat mencerminkan kinerja dari sektoral tersebut untuk menghitung ekspektasi /proyeksi return investasi.
Termasuk juga indikator historis (track record) dari aktivitas investasi bank syariah yang telah dilakukan, yang tercermin dari nilai rata-rata dari seluruh jenis pembiayaan iB yang selama ini telah diberikan ke sektor riil.

Dari hasil perhitungan tersebut, maka dapat diperoleh besarnya pendapatan investasi dalam  bentuk equivalent rate-yang akan dibagikan kepada nasabah misalnya sebesar 11%.
Selanjutnya dihitung besarnya pendapatan investasi yang merupakan bagian untuk bank syariah sendiri, guna menutup biaya-biaya operasional sekaligus memberikan pendapatan yang wajar. Besarnya biaya operasional tergantung dari tingkat efisiensi bank masing-masing.
Sementara itu, besarnya pendapatan yang wajar antara lain mengacu kepada indicator-indikator keuangan bank syariah yang bersangkutan seperti  ROA (Return On Assets) dan indikator lain yang relevan. Dari perhitungan, diperoleh bahwa bank syariah  memerlukan pendapatan investasi - yang juga dihitung dalam equivalent rate-misalnya sebesar 6 %.
Dari kedua angka tersebut, maka kemudian nisbah bagi hasil dapat dihitung. Porsi bagi hasil untuk nasabah  adalah sebesar: = 0.65 atau sebesar 65%. Dan bagi hasil untuk bank syariah sebesar: = 0.35 atau sebesar 35%. Maka nisbah bagi hasilnya kemudian dapat dituliskan sebagai 65:35.
Tentu saja dalam prakteknya nasabah iB tidak perlu terlalu pusing dengan perhitungan  njlimet bagi hasil semacam ini. Masyarakat hanya tinggal menanyakan berapa  rate indikatif  dari Tabungan iB atau Deposito iB yang diminatinya.

Rate indikatif ini adalah nilai  equivalent rate dari pendapatan investasi yang akan dibagikan kepada nasabah, yang dinyatakan dalam persentase misalnya 11% atau 8% atau 12%.
Jadi masyarakat dengan cepat dan mudah dapat menghitung berapa besar keuntungan yang akan diperolehnya dalam menabung sekaligus berinvestasi di bank syariah. Sangat mudah bukan? (Sumber:Bank Indonesia)

sumber : http://finansial.bisnis.com/read/20130622/9/146526/kamus-ekonomi-apa-itu-nisbah-bagi-hasil

Sabtu, 21 Juni 2014

Tugas ke 4



1. real conditions
If you wake up earlier, you will not miss the morning test.

2. unreal conditions
If Spain didn’t win the world cup, we would be very upset.

3. unreal  conditions
If your sister had consulted her pregnancy to the gynecologist, she would not lost her baby.

Minggu, 08 Juni 2014

Task 3 (Bahasa Inggris Bisnis 2)

a)      Library
1.       You should be quiet in the library.
2.       You shouldn’t borrow the books without the librarian’s permission
3.       I can borrow the books from the library
4.       Bela can’t go to the library because it’s raining outside

b)      Museum
1.       You should keep the cleanless of the museum
2.       You shouldn’t throw the trash to the museum’s floor
3.       You shouldn’t hold any stuffs of the museum
4.       You can write any histories of the museum object


c)       Park
1.       I should go to the park to play basketball with my friends
2.       Sindy shouldn’t go to the park because she is get a headache
3.       You can play with your family at the park
4.       Reni can’t sitting because there’s nothing chair around the park


d)      Restaurant
1)      Lany should go to the restaurant for attending the meeting with her client
2)      You shouldn’t out from the restaurant before pay the bill
3)      We can hang out to the restaurant at Saturday night
4)      Kinara can’t go to the restaurant because it’s late night


e)      Mall
1)      I should go to the mall to buy any monthly needs
2)      You shouldn’t run around the mall
3)      I can shopping anything in the mall
4)      You can’t playing basketball in the mall




irma nurrahma
13210619
4ea10

Minggu, 04 Mei 2014

Tugas Softskill II

I.                    In the following sentences supply the articles (a, an or the) if they are necessary. If no article is necessary, write Ø.

1.       The Statue of Liberty was a gift of friendship from France to United States.
2.       Rita is studying  English and  math this semester.
3.       Please give me a cup of  coffee with a cream and a sugar.
4.       The big books on the table are for my history class.
5.       When you go to the store, please buy a bottle of chocolate milk and a dozen oranges.
6.       There are only a seats left for tonight’s musical at the University.
7.       John and Mercy went to school yesterday and then studied in the library before returning home.
8.       The chair that you are sitting is broken.
9.       On our trip to Spain, we crossed Atlantic Ocean.
10.   Phil cannot go to the movies tonight because he has to write an essay.

II.                  Fill in the blanks with the appropriate form of other.
1.       This pen isn’t working. Please give me another
2.       If you’re still thirsty, I’ll make another pot of coffee.
3.       This dictionary has a page missing. Please give me another
4.       He doesn’t need those books. He needs others
5.       There are thirty people in the room. Twenty are from Latin America and the other are from the others countries.
6.       Six people are in the store. Two were buying meat. another was looking at magazines. The other was eating a candy bar. The others were walking around looking for more food.
7.       This glass of milk is sour. The other glass of milk is sour too.
8.       The army was practicing its drills. One group was doing artillery practice. Another was marching; Another was at attention; and The other was practicing combat tactics.
9.       There are seven students from Japan. Others are from Iran, and the others are from the other places.
10.   We looked at cars today. The first two we far too expensive, but the other ones were reasonably priced.