Golput Buka Ruang Munculkan Kecurangan dalam Pemilu
ilustrasi (Okezone) JAKARTA - Berbagai kegiatan untuk mengkampanyekan gerakan antigolput terus dilakukan. Kali ini Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) bersama Sukarelawan Indonesia untuk Perubahan menggelar Ekspedisi Indonesia Mencoblos.Selain menyuarakan gerakan mencoblos, ekspedisi ini merupakan kegiatan yang bertujuan mengadvokasi upaya menciptakan Pemilu yang berkualitas.
Direktur Eksekutif ARSC, Dimas Oky Nugroho, mengatakan, ada dua hal yang menjadi sasaran kegiatan ini yakni pemilu damai dan peningkatan partisipasi pemilih.
"Karena itu gerakan ini mengusung aspirasi pemilu damai, tolak golput," papar Dimas dalam keterangannya, Senin (30/6/2014).
Pada kegiatan Forum Group Discussion di Sekretariat GMKI, Jalan Juanda, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 26 Juni lalu juga dia menekankan Bahwa pilpres yang akan berlangsung pada 9 Juli nanti hanya memunculkan dua pasangan calon.
Realitas tersebut nantinya bakal berpengaruh pada terbentuknya polarisasi dalam masyarakat. Menurutnya, secara langsung maupun tidak langsung, masyarakat terbagi menjadi dua kubu pendukung pasangan capres-cawapres.
"Gesekan biasa hingga keributan antarkubu mudah terjadi, dan faktanya sudah terjadi di beberapa daerah," ungkapnya.
Gesekan dan polarisasi yang terjadi kata Dimas, bisa berlangsung hingga usai pilpres nanti bila perhitungan suara menunjukkan selisih tipis. Situasi ini menurutnya justru berpotensi menciptakan instabilitas pada level kehidupan masyarakat maupun pada level negara.
"Jika gesekan pascapilpres nanti sampai menciptakan instabilitas politik dan ekonomi, kondisi darurat bisa diterapkan. Itu akan menjadi pintu masuk bagi pembatasan hak-hak sipil sebagaimana yang terjadi pada rezim Orba," ulasnya.
Kemudian problem kedua adalah masih tingginya angka golput sebagaimana terlihat dalam Pemilu Legislatif, 9 April lalu. Golput dalam pandangan Dimas, tidak sebatas menunjukkan minimnya kesadaran politik warga untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi.
"Golput juga membuka ruang bagi kecurangan dalam praktik pemilu. Pasalnya, surat suara yang tidak dicoblos bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang berkepentingan bagi pemenangan pasangan calon tertentu," bebernya.
Oleh karenanya lanjut Dimas, ekspedisi yang dilakukan ARSC tidak sekadar melakukan sosialisasi agar pemilu berlangsung aman dan meminimkan angka golput. Namun, juga bertujuan menjaring aspirasi terkait problem seputar keamanan pemilu dan hambatan dalam penyaluran aspirasi.
"Kami ingin bekerja sama dengan komunitas-komunitas lokal untuk mendapatkan informasi yang layak untuk mendapat perhatian lebih luas terkait kemungkinan. Selanjutnya membangun mekanisme atau sistem sederhana agar informasi dan laporan dalam kasus-kasus sederhanan bisa terpantau pihak-pihak yang berkepentingan," tutupnya.
Untuk menjalankan misinya, Ekspedisi Indonesia Mencoblos akan berkeliling ke sejumlah kota besar di Indonesia. Sembilan kota yang yang menjadi target adalah Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Jayapura, Medan, dan berakhir di Jakarta.
(put)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar