entah masih terlalu pagi atau sudah terlalu malam untuk menuliskan mimpi-mimpi esok hari kala usia membawaku tepat pada dimana gerbang kebahagiaan terbuka untuk ku langkahkan kaki menuju hidup yang baru.
disaat nanti matahari membangunkan ku di halaman baru kehidupan, aku cuma ingin berada disebuah tempat bernama rumah bersama seseorang yang mampu menerimaku begini adanya, yang selalu menguatkan disaat aku lemah, yang tak pernah membiarkan aku sendiri mengahaapi segala macam beban hidup, yang mampu menghargai aku sebagai miliknya yang patut dijaga, yang mampu menjadi imamku menuju surga-Nya. entah jadi nyonya siapa nanti, yang pasti aku mau dimiliki oleh tuan yang mencintaiku karena Allah dan tak akan pernah mampu menyakitiku sekecil apapun.
jangkar hidupku rasanya ingin ku labuhkan di bali atau di bandung atau pun di jogjakarta, membangun sebuah keluarga, mempunyai rumah sendiri yang terdapat halaman mungil didepan dan dibelakang rumah, tak perlu besar tapi mampu melindungi aku dan anak-anakku nanti dari teriknya matahari dan dinginnya malam. tinggal di italia bersama suami beberapa saat sebelum mempunyai anak, memiliki satu rumah lagi untuk ibu-bapak kami, membawa diri, suami juga orang tua ke rumah Allah, memiliki panti asuhan yang aku kelola sendiri,serta memiliki usaha yang aku dan suamiku bangun sendiri.
satu hal yang paling pasti, aku mau jadi istri dan ibu yang pintar memasak, biar ketika aku sedang memasak, suamiku menghampiriku, kemudia ia memelukku dari belakang, dan anak-anakku nanti bangga mengatakan kepada teman-temannya bahwa masakan ibunya adalah masakan terenak di dunia. ah, gak terlalu muluk kan?
wahai kamu calon imam masa depanku, aku menunggumu membawa kunci untuk membukakan gerbang kebahagiaan untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar