Sabtu, 15 Februari 2014

sebentar saja

Rasaku ingin pergi
Tapi kakiku enggan berlari
Rasaku ingin mati
Tapi kenyataan memaksaku untuk terus bangun dan tetap mengejar mimpi
Bolehkah sejenak aku diam?
Mengistirahatkan paru-paru yang sudah terlalu sesak akan oksigen yang mengandung duri.
Bolehkan lah sejenak pundakku bersandar pada topangan yang lebih kokoh dari beban yang menunggangi pundakku.
Sebentar saja aku ingin dipeluk olehMu, mengadu dalam tangis direngkuganMu.
Sebentar saja aku ingin teteskan air mata yang lama tertahan dipelupuk mata.
Sebentar saja aku ingin berteriak mengeluhkan pahit yang menggelayuti hidupku.
Sebentar saja inginku dapatkan apa yang belum pernah ku rasakan.
Bolehkah? Sebentar saja.
Tidak akan lebih dari sebentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar