Senin, 13 Januari 2014

senja sementara

Jingga mulai digeluti gelap.
Ya, kamu memang selalu begitu, selalu meninggalkanku dalam ketiadaan setiap petang menjelang.
Bodohnya, aku selalu setia mengantarmu saat kau akan angkat kaki dan akhirnya hanya menjadikanku selembar siluet ketika kau perlahan tenggelam.
Mengapa kau selalu saja sementara, senja? Padahal aku masih ingin berlama-lama.
Pada setiap kesementaraanmu, rindu tak pernah tuntas terjamah.
Kau selalu pergi saat rindu tengah asyik bercerita.
Membuat ia selalu pulang dengan sisa-sisa berbentuk tangis dan luka.
Tak tau kah kamu, aku masih ingin dicumbu jinggamu.
Aku masih ingin memeluk hangatmu.
Pada setiap kesementaraanmu, selalu ada rindu yang akan berkepanjangan menggerogoti rongga hati, menohok keras meminta pertemuan.
Pada setiap kesementaraanmu, selalu ada cinta yang tak akan pernah ikut hilang tenggelam dimakan gelap.
Pada setiap kesementaraanmu, ada keabadianku menunggumu setiap petang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar