Lukaku masih menganga hingga saat ini. Ya, hanya lukanya
saja. Bayangnya tidak. Luka itu tak pernah ada yang mampu mengobati. Lukaku
berbentuk sepi dan hampa, ia selalu menyerang ketika aku sendiri. Aku takut.
Rasanya sakit, rasanya hampa. Bukan, aku bukan haus kasih sayang, aku hanya
butuh kehadiran. Aku butuh seseorang yang mampu mengobati lukaku dengan
kehadirannya, aku butuh seseorang yang mampu menghempaskan sepiku. Aku takut.
Takut tak mampu lagi menikmati waktu saat aku seorang diri. Karena waktu hanya
akan terasa menyenangkan ketika obatku ada disini. Aku sakit. Hatiku juga. Aku
tak butuh yang lain-lain, hanya butuh seseorang yang tak akan pernah bosan
berada disampingku selama-lamanya hingga aku yang berhenti bernafas terlebih
dahulu. Aku butuh pelukan yang selalu menguatkan kerapuhan hatiku. Aku tak
butuh lain-lain kecuali genggaman tangan yang tak pernah terlepas. Aku tidak
pernah merasa benar-benar aman, nyaman dan tentram ketika aku sendiri. Seakan semua
sakit itu kembali menyerang hati dan pikiranku, dari itu aku butuh seseorang
yang mampu menemaniku tanpa ada rasa jenuh. Aku takut, masih takut sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar